Thursday, 4 April 2019

Pengertian Metode Penelitian


  • Cara ilmiah : didasarkan pada ciri-ciri keilmuan
  • Rasional : masuk akal, ada logika, diterima nalar
  • Empiris : dapat diamati oleh indera manusia
  • Sistematis : langkah-langkah tertentu yang logis
  • Mendapatkan data : empiris dan valid (reliabel: konsisten; dan obyektif : disepakati bersama)
  • Tujuan dan kegunaan tertentu :
  • Penemuan : data betul-betul baru
  • Pembuktian : data untuk membuktikan keragu-raguan
  • Pengembangan : memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada


Penelitian Menurut Tujuan

  • Penelitian Dasar (Basic Research) : tujuannya sekadar untuk memahami masalah secara mendalam agar dapat mengembangkan ilmu
  • Penelitian Terapan (Applied Researh): tujuannya untuk mendapatkan informasi guna memecahkan masalah


Penelitian Menurut Metode

  • Penelitian survai : menggunakan sampel guna menarik generalisasi
  • Penelitian ex-post facto : meneliti peristiwa yang telah terjadi; tidak dapat memberi perlakuan terhadap variabel bebas
  • Penelitian eksperimen : ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap variabel bebas
  • Penelitian naturalistic : kualitatif
  • Penelitian kebijakan : untuk memecahkan masalah sosial yang mendasar
  • Penelitian tindak (action) : peneliti terlibat untuk mengubah situasi, perilaku dan organisasi
  • Penelitian evaluasi : menjelaskan fenomena/gejala
  • Penelitian sejarah : kejadian-kejadian logis yang berlangsung di masa lalu.


Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi

  • Penelitian deskriptif : mengetahui nilai variabel mandiri; satu atau lebih variabel tanpa membuat perbandingan atau berusaha menghubungkan dengan variabel lain
  • Penelitian comparatif : bersifat membandingkan variabel-variabel penelitian
  • Penelitian asosiatif : mengetahui hubungan/pengaruh dua variabel atau lebih


Alasan Ciri Penelitian Yang Baik & Syarat Seorang Peneliti

Alasan Mendasari Perlunya Melakukan Penelitian

1. Rasa keingintahuan
2. Tuntutan dalam pekerjaan/tugas
3. Adanya suatu fenomena
4. Meneruskan hasil temuan
5. Menemukan/mengembangkan suatu teori
6. Mencari kebenaran
7. Dsb (termasuk alasan finansial)

CIRI –CIRI PENELITIAN YANG BAIK (COOPER AND EMORY)
  • MASALAH DIDEFINISIKAN DAN DIRUMUSKAN DENGAN JELAS
  • PROSEDUR PENELITIAN HARUS DIURAIKAN SECARA TERPERINCI
  • DESAIN PENELITIAN JELAS
  • PENELITI MELAPORKAN HASIL PENELITIAN SECARA JUJUR TERMASUK BILA ADA KELEMAHAN
  • ANALISIS DATA HARUS SESUAI DENGAN HIPOTESIS DAN DESAIN PENELITIAN
  • KESIMPULAN HARUS BERDASARKAN DATA YANG TELAH DIUJI DAN SINKRON DENGAN RUMUSAN MASALAH YANG DIAJUKAN
  • KULIFIKASI PENELITI HARUS MEMENUHI PERSYARATAN
SYARAT YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PENELITI
  • KOMPETEN  : MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN DAN TRAMPIL UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN
  • JUJUR
  • OBJEKTIF  : TIDAK MEMASUKKAN KEINGINAN PRIBADI TERHADAP HASIL PENELITIAN
  • FAKTUAL   : BEKERJA BERDASARKAN FAKTA
  • TERBUKA   : BERSEDIA MENYAMPAIKAN HASIL PENELITIAN DAN PROSEDURNYA, BERSEDIA DIUJI DAN MENERIMA SEGALA MASUKKAN YG SIFATNYAMENDUKUNG
JENIS PENELITIAN MENURUT PENGGUNAANNYA :
  • PENELITIAN TERAPAN :  PENELITIAN UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH
  • PENELITIAN MURNI/DASAR  :  PENELITIAN UNTUK DAPAT MEMAHAMI MASALAH  DALAM ORGANISASI SECARA MENDALAM TANPA  ADA PENERAPAN HASILNYA, TUJUANNYA MENGEMBANGKAN TEORI SEHINGGA BISA BERUPA PENEMUAN DAN PENGEMBANGAN ILMU


Pengertian Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian

APAKAH PENELITIAN ITU?
  • Research (Inggris) dan recherche (Prancis)
    • re (kembali)
    • to search (mencari)
  • Studi yang dilakukan seseorang melalui
    • Penyelidikan yg hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (T. Hillway)
  • Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997: 5)
DAVID H. PENNY  :  
  • PENELITIAN ADALAH PEMIKIRAN YANG SISTEMATIS MENGENAI BERBAGAI JENIS MASALAH YANG PEMECAHANNYA MEMERLUKAN PENGUMPULAN DAN PENAFSIRAN FAKTA-FAKTA
J. SUPRAPTO
  • PENELITIAN ADALAH PENYELIDIKAN DARI SUATU BIDANG ILMU PENGETAHUAN YANG DIJALANKAN UNTUK MEMPEROLEH FAKTA-FAKTA ATAU PRINSIP-PRINSIP DENGAN SABAR, HATI-HATI SERTA SISTEMATIS
SUTRISNO HADI 
  • PENELITIAN ADALAH USAHA UNTUK MENEMUKAN, MENGEMBANGKAN, DAN MENGUJI KEBENARAN ILMU PENGETAHUAN
MOHAMMAD ALI
  • PENELITIAN ADALAH SUATU CARA UNTUK MEMAHAMI SESUATU DENGAN MELALUI PENYELIDIKAN ATAU USAHA UNTUK MENCARI BUKTI-BUKTI YANG MUNCUL SEHUBUNGAN DENGAN MASALAH, YANG DILAKUKAN SECARA HATI-HATI SEHINGGA DIPEROLEH PEMECAHANNYA
SIMPULAN 
  • PENELITIAN ADALAH SUATU PROSES PENYELIDIKAN UNTUK MENEMUKAN SESUATU YANG BARU, MENGEMBANGKAN DAN MENGUJI KEBENARAN SUATU ILMU PENGETAHUAN YANG TELAH ADA DENGAN MENGGUNAKAN CARA YANG ILMIAH SEBAGAI UPAYA UNGTUK MEWUJUDKAN TUJUAN DAN MENEMUKAN JAWABAN DARI PERSOALAN YANG DIHADAPI
Karakteristik Proses Penelitian
  • Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
  • Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
  • Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.
  • Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.
  • Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.
  • Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.
  • Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.
  • Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,


Dasar Dasar Pengetahuan

Penalaran
  • Kegiatan  berpikir  menurut  pola/logika  tertentu  dengan tujuan  untuk  menghasilkan  pengetahuan
  • Aliran  yang  menggunakan  penalaran  sebagai  sumber  kebenaran  disebut  rasionalisme  &  yg  menganggap  fakta  dapat  tertangkap  melalui  pengalaman  sebagai  kebenaran  disebut  aliran  empirisme.

Logika  (Cara  Penarikan  Kesimpulan)
  • Pengkajian  untuk  berpikir  secara  sahih  (valid)
  • Logika  induktif  dan  deduktif

SUMBER  PENGETAHUAN
  • Sumber  pengetahuan  dalam   dunia  ini  berawal  dari  sikap  manusia  yang  meragukan  setiap  gejala  yg  ada  di  alam  semesta  ini.  Manusia  tidak  mau  menerima  saja  hal-hal  yang  ada  termasuk  nasib  dirinya  sendiri.
  • Rene  Descartes  pernah  berkata “DE  OMNIBUS  DUBITANDUM”  yang  berarti,  bahwa  “segala sesuatu  harus  diragukan”.
  • Persoalan  mengenai  kriteria  utk  menetapkan  kebenaran  itu  sulit  dipercaya.  Dari  berbagai  aliran
KRITERIA  KEBENARAN
  • Salah  satu  kriteria  kebenaran  adalah  adanya  konsistensi  dengan  pernyataan  terdahulu  yang  dianggap  benar
  • Beberapa  kriteria  kebenaran
    • Teori  Koherensi (Konsisten), suatu pernyataan  dianggap  benar  bila  pernyataan  itu  bersifat  koheren  dan  konsisten 
    • Teori  Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan), suatu  pernyataan  dianggap  benar  apabila  materi  pengetahuan  yang  dikandung  berkorespondensi  dengan  objek  yang  dituju  oleh  pernyataan  tersebut (Bertrand  Russel)
    • Teori  Pragmatis (Kegunaan di lapangan), kebenaran  suatu  pernyataan  diukur  dengan  kriteria  apakah  pernyataan  tersebut  bersifat  fungsional  dalam kehidupan  praktis (Charles  S  Pierce), suatu  teori  tidak  akan  abadi,  dalam  jangka  waktu  tertentu  itu  dapat  diubah  dengan  mengadakan revisi

Latar Belakang Metode Penelitian

A. MANUSIA MENCARI KEBENARAN
  • Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common  sense) dan dengan ilmu pengetahuan.
  • Letak  perbedaan  yang  mendasar  antara  keduanya  ialah  berkisar  pada  kata  “sistematik”  dan  “terkendali”. 
  • Lima  hal  pokok  yang  membedakan  antara  ilmu  dan  akal  sehat.  
    • Ilmu  pengetahuan  dikembangkan  melalui  struktur2 teori,  & diuji  konsistensi  internalnya (dilakukan  tes/pengujian  secara  empiris).
    • Teori  dan  hipotesis  selalu  diuji  secara  empiris/faktual.  Halnya  dengan  orang  yang  bukan  ilmuwan  dengan  cara  “selektif”.  
    • Adanya  pengertian  kendali  (kontrol) dalam  penelitian  ilmiah, tidak dapat  mempunyai  pengertian  yang  bermacam-macam.  
    • Menekankan  adanya  hubungan  antara  fenomena  secara  sadar  dan sistematis.  Pola  penghubungnya tidak  dilakukan  secara  asal-asalan.  
    • Cara  memberi penjelasan  yang  berlainan  dalam  mengamati  suatu  fenomena.  Ilmuwan  melakukan  dengan  hati-hati  dan  menghindari  penafsiran  yang  bersifat  metafisis.  Proposisi  yang  dihasilkan  selalu  terbuka  untuk  pengamatan  dan  pengujian  secara  ilmiah.
B. BERBAGAI CARA MENCARI KEBENARAN
  • Secara  kebetulan, (penemuan  terjadi  secara  kebetulan  saja) 
  • Trial  And  Error, (bersifat  untung-untungan) 
  • Melalui  Otoritas, (kebenaran  bisa  didapat  melalui  otoritas  seseorang  yang  memegang  kekuasaan) 
  • Berpikir  Kritis/Berdasarkan  Pengalaman, (berpikir  secara  deduktif  dan  induktif).  
    • Secara  deduktif  artinya  berpikir  dari  yang  umum  ke  khusus;  sedang  induktif  dari  yang  khusus  ke  yang  umum.  Metode  deduktif  sudah  dipakai  selama  ratusan  tahun  semenjak  jamannya  Aristoteles. 
  • Melalui  Penyelidikan  Ilmiah, (kebenaran  baru  bisa  didapat  dengan menggunakan  penyelidikan  ilmiah,  berpikir  kritis  dan  induktif). 


Wednesday, 27 March 2019

Produk - Produk ISO 9000 Series

Khusus tentang ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM) atau standar sertifikasi yang mengelola proses pencapaian kualitas dalam kaitannya dengan hubungan antara supplier, perushaan dan konsumen. Oleh karena itu, sertifikasi ISO-9000 sama sekali tidak berbicara tentang kualitas suatu produk, tetapi berbicara tentang proses pencapaian suatu tingkat kualitas tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa perusahaan yang akan mengadopsi sertifikasi ISO-9000 perlu menetapkan spesifikasi atau persyaratan atau karakteristik kualitas produk dan prosesnya.

ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi. Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000. ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini :

1 Sertifikasi ISO-9001
ISO 9001 adalah Quality Management System, atau sistem penjaminan mutu, yaitu mekanisme standar yang disusun, disepakati, dan diterapkan oleh suatu organisasi dalam menjalankan aktivitas suatu perusahaan. Sistem ISO 9001  menjelaskan bagaimana perusahaan beroperasi. Bagaimana perkerjaan mengalir dari satu aktifitas ke aktifitas lain. Penanganan pekerjaan mulai dari customer, input ke dalam masing-masing proses, dan output yang dihasilkan dari setiap proses. Parameter-parameter fisik dari hasil pekerjaan, yang menentukan apakah hasil tersebut memenuhi prasayarat kualitas yang telah ditentukan dan disepakati atau belum. Penerapan Implementasi ISO 9001 tidak hanya sekedar copy paste prosedur yang ditetapkan, jika perusahaan ingin mendapatkan nilai tambah dari pada system ISO 9001  maka implementasi harus benar - benar dijalankan secara maksimal dan perlu komitmen manajemen yang bagus.  Yang menjadi fokus adalah system manajemen atau pengelolaan mutu, yg harus mengacu kepada standard yang dikeluarkan oleh badan standarisasi internasional atau International Organization for Standardization.  ISO ini mengatur sistem dokumentasi organisasi terkait manajemen mutunya. Yakni berisi kebijakan mutu (Quality Policy), sasaran mutu (Quality Objectives), dan pedoman mutu (Quality Manual).  Sedangkan system manajemen mutu itu sendiri mencakup antara lain: customer contracts, rekrutmen dan pelatihan karyawan, desain dan pengembangan produk dan jasa, produksi dan pengiriman produk, pemilihan pemasok (Suppliers), tanggung-jawab Manajemen, internal audit mutu, pengukuran dan pemantauan, perbaikan berkesinambungan, dan tindakan perbaikan dan pencegahan. Mutu, dalam   ISO 9001, mencakup kualitas produk (Q), biaya atau Cost (C), pengiriman atau Delivey (D), keamanan / keselamatan atau safety (S) dan morale (M) disingkat dengan QCDSM menggunakan pendekatan proses (Process Approach), pendekatan system (system approach) dan juga menggunakan pola Plan-Do-Check-Action (PDCA) - Continual Improvement.

2 Sertifikasi ISO-9002
Sertifikasi ISO-9002, merupakan sistem manajemen kualitas atau model jaminan kualitas dalam produksi, instalasi dan pelayanan. Persyaratan dalam ssertifikasi ISO-9002 ini sama dengan persyaratan yang terdapat dalam sertifikasi ISO-9001 kecuali pengendalian desain. Sertifikasi seperti ini sangat cocok untuk perusahaan jasa yang tidak memerlukan pengendalian desain seperti: hotel, rumah sakit, asuransi, bank, lembaga pendidikan, maupun laboratorium pengetesan. Sertifikasi ISO-9002 ini digunakan bila kesesuaian terhadap persyaratan yang telah ditetapkan harus dijamin oleh perusahaan selama produksi, instalasi dan pelayanan. Perusahaan yang memproduksi barang tetapi produk tersebut dibuat dengan standar atau spesifikai pihak lain, oleh karenanya pengendalian desain tidak diterapkan.

3 Sertifikasi ISO-9003
Sertifikasi ISO-9003 merupakan sertifikasi atau model jaminan kualitas untuk inspeksi dan tes akhir. Beberapa tes persyratan yang terdapat dalam standar ini sama dengan isi persyaratan dalam sertifikasi ISO-9001 kecuali pengendalian desain, pembelian, pengendalian proses dan pelayanan yang bersifat non aplicate. Sertifikasi seperti ini merupkan standar yang kurang rinci. Standar ini dipergunakan bila kesesuaian terhadap persyaratan yang telah ditetapkan harus dijamin oleh perusahaan hanya pada tahap inspeksi dan tes akhir. Standar ini umumnya dipakai oleh laboratorium pengujian, pusat-pusat kalibrasi, dan distributor alat yang melakukan pemeriksaan dan pengujian produk yang dipasok.

4 Sertifikasi ISO-9004
Sertifikasi ISO-9004 terdiri dari delapan seri. Yaitu ISO 9004-1 samapai dengan ISO-9004-8.
1.    Sertifikasi ISO-9004-1 1994, adalah elemen manajemen kualitas dan sistem kualitas bagian 1 yang berisikan panduan untuk pemilihan dan pemakaian.
2.    Sertifikasi ISO-9004-2 1991, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 2 yang berisikan panduan untuk pelayanan.
3.    Sertifikasi ISO-9004-3 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 3 yang berisikan panduan untuk proses material.
4.    Sertifikasi ISO-9004-4 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 4 yang berisikan panduan untuk perbaikan kualitas.
5.    Sertifikasi ISO-9004-5 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 5 yang berisikan panduan untuk perencanaan kualitas.
6.    Sertifikasi ISO-9004-6 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 6 yang berisikan panduan untuk jaminan kualitas manajemen proyek.
7.    Sertifikasi ISO-9004-7 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 7 yang berisikan panduan untuk bentuk manajemen.
8.    Sertifikasi ISO-9004-8 1993, adalah elemen manajemen kualitas dan jaminan kualitas bagian 8 yang berisikan panduan untuk quality principle their application to management practices

Tujuan implementasi sistem manajemen kualitas ISO-9000 yaitu untuk meningkatkan daya saing, efisiensi bisnis dan efektivitas bisnis. Untuk mencapai tujuan tersebut, sistem manajemen kualitas ISO-9000 lebih menekankan konsep pengendalian sejak dini, lebih menekankan pencegahan ketidak sesuaian daripada mengoreksi setelah terjadi ketidak-sesuaian. Logika sistem manajemen kualitas ISO-9000 memiliki dua kutub potensi, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya potensi yang akan tergali dari implementasi ISO.

Implementasi sertifikasi ISO-9000 pada dasarnya mempunyai manfaat pokok antara lain: meningkatkan efisiensi kerja, efektivitas kerja dan produktivitas, meningkatkan daya saing, adanya jaminan konsistensi terhadap kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, struktur kerja lebih jelas dan transparan, meningkatkan ketrampilan pegawai karena pembinaan SDM terpogram, lingkungan kerja lebih rapih dan bersih, dan dokumentasi lebih teliti.

Untuk dapat berhasil mengimplementasikan sertifikasi ISO 9000, ada delapan prinsip yang harus dijadikan landasan implementasi, yakni

1)  Fokus Pada Pelanggan
Organisasi tergantung pada pelanggan mereka. Karena itu, manajemen organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan sekarang dan akan datang, harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan giat berusaha melebihi harapan pelanggan.

2) Kepemimpinan
Pimpinan puncak organisasi menetapkan kesatuan tujuan dan arah dari organisasi. Mereka harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal agar orang-orang dapat menjadi terlibat secara penuh dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

3) Pelibatan Orang
Orang pada semua tingkat merupakan faktor yang sangat penting dari suatu organisasi dan keterlibatan mereka secara penuh akan memungkinkan kemampuan mereka digunakan untuk kemanfaatan organisasi.

4) Pendekatan Proses
Suatu hasil yang diinginkan akan tercapai secara lebih efisien, apabila aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan dikelola sebagai suatu proses. Suatu proses mengubah masukan (input) terukur kedalam keluaran (output) terukur melalui sejumlah langkah berurutan yang terorganisasi.

5) Pendekatan Sistem Pada Manajemen
Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan dari proses-proses yang saling berkaitan sebagai suatu sistem akan memberikan kontribusi pada efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya.

6) Perbaikan Berkesinambung
Perbaikan berkesinambung dari kinerja organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan tetap dari organisasi. Perbaikan berkesinambung didefinisikan sebagai suatu proses yang berfokus pada upaya terus-menerus meningkatkan efektivitas dan/atau efisiensi organisasi untuk memenuhi kebijakan dan tujuan dari organisasi itu. Perbaikan berkesinambung membutuhkan langkah-langkah konsolidasi yang progresif, merespon perkembangan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan sehingga akan menjamin suatu evolusi dinamis dari sistem manajemen mutu.

7) Pendekatan Fakta Pada Pengambilan Keputusan
Keputusan yang efektif adalah yang berdasarkan pada analisis data dan informasi untuk menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Keputusan manajemen organisasi sebaiknya ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu.

8) Hubungan Yang Saling Menguntungkan Dengan Pemasok
Suatu organisasi dan pemasoknya memiliki hubungan yang saling tergantung sekaligus saling menguntungkan. Pembinaan hubungan yang demikian akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah.

Urgensi Sertifikasi ISO-9000
Sampai saat ini ribuan perusahaan dan organisasi jasa diseluruh dunia, termasuk di Indonesia, telah mengadopsi sertifikasi ISO-9000. Implementasi sertifikasi ISO-9000 bukan bertujuan untuk memperoleh sertifikat. Oleh karena itu, sangatlah keliru apabila perusahaan menerapkan sertifikasi ISO-9000 hanya bertujuan untuk mendapatkan sertifikat. Hal yang lebih penting dan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh perusahan yang mengimplementasukan sertifikasi ISO-9000 adalah komitmen perusahaan terhadap kualitas produk, efisiensi, efektivitas, produktivitas, dan improvement proses operasi. 

Urgensi sistem manajemen kualitas ISO 9000 akan sangat bergantung pada setidaknya tiga hal, yakni
1.   Prakarsa Manajemen: pentingnya sistem ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan akan arti penting dan manfaat bagi perusahaan.
2.    Wilayah Pemasaran: bila pasar bersifat local dan konsumen tidak mensyaratkan sistem ISO-9000, maka sistem ini tidak begitu penting. Namun bila pasar bersifat internasional dan konsumen melalui pemerintah memberikan regulasi instruktif yang mensyaratkan perusahaan yang memasarkan produk di wilayahnya harus memiliki sertifikasi ISO-9000 maka kepemilikan sertifikasi tersebut menjadi penting.
3.   Tuntutan Konsumen: bila pasar bersifat internasional dan ada tuntutan dari konsumen, maka sistem manajemen kualitas ISO-9000 menjadi penting dan merupakan keharusan bila perusahaan ingin tetap eksis, sehinggan implementasi sistem ini dapat meningkatkan daya saing perusahaan lebih-lebih dalam memasuki pasar eropa.

Summary Sertifikasi terhadap salah satu  ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut. Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.
x

Jenis – jenis ISO

ISO 9001
Merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa kali revisi dan revisi yang paling akhir adalah ISO 9001:2008. Salah satu ciri penerapan ISO 9001 adalah diterapkannya pendekatan proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan berkesinambungan (continual improvement).

ISO 14001
Standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. Konsep yang dipakai dalam ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO 9001, yaitu perbaikan berkesinambungan hanya dalam ISO 14001 adalah dalam mengelola lingkungan.
Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat melakukan identifikasi terhadap aspek dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan atau operasi perusahaannya terhadap aspek lingkungan. Dalam hal ini bukan hanya pengelolaan terhadap limbah atau polusi, namun juga termasuk upaya-upaya kreatif untuk menghemat pemakaian energi, air dan bahan bakar.

ISO 22000
Standar yang berisi persyaratan sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini fokus terhadap pengendalian dalam sistem dan proses produksi produk makanan dan minuman. Setiap jenis produk baik makanan atau minuman harus dibuatkan rencana proses dan pengendaliannya. Pada dasarnya ISO 22000 tidaklah berbeda jauh dengan ISO 9001, hal yang membedakan terdapat dalam klausul 7: perencanaan dan realisasi produk dan klausul 8: validasi, verifikasi dan perbaikan sistem.

ISO/IEC 27001
Pada tahun 2005, The International Organization for Standardization menerbitkan standar yang kenal dengan ISO/IEC 27001.  ISO/IEC 27001 merupakan standar sistem manajemen keamanan informasi atau dikenal juga dengan Information Security Management System (ISMS). ISO/IEC 27001 sekarang ini telah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang banyak menggunakan aplikasi IT dalam kegiatan bisnisnya.

ISO/TS 16949
Merupakan Technical Specification yang dikeluarkan oleh ISO sebagai sistem manajemen mutu untuk industri otomotif. Sebagaimana jenis-jenis standar yang dikeluarkan oleh The International Organization for Standardization, ISO/TS 16949 mempunyai konsep perbaikan berkesinambungan, pengendalian terhadap rantai pasok, tindakan perbaikan dan pencegahan.

ISO/IEC 17025
ISO/IEC 17025 merupakan suatu standar yang berisi persyaratan untuk diterapkan oleh suatu lembaga pengujian atau laboratorium. Kata kunci yang dikendalikan dalam standar ini adalah kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Keberadaan standar ini sangat penting terutama untuk memastikan validitas dan akurasi hasil pengujian yang berkaitan dalam bidang kesehatan, perdagangan, produksi sampai upaya perlindungan pelanggan.
Laboratorium pengujian dan kalibrasi biasanya dituntut untuk menerapkan ISO/IEC 17025 dalam kegiatannya sampai dilakukan proses akreditasi. Akreditasi ISO/IEC 17025 terhadap suatu laboratorium pengujian atau lembaga kalibrasi akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap hasil uji atau kalibrasi yang dikeluarkannya.

ISO 28000
Sistem manajemen keamanan yang dapat memastikan keamanan dalam rantai pasokan (supply chain). ISO telah menerbitkan seri standar ISO 28000 yang berupa persyaratan terhadap sistem keamanan rantai pasokan. Standar ini diterapkan terutama untuk perusahaan-perusahaan yang mempunyai ancaman resiko keamanan relatif tinggi misalnya suatu fasilitas umum, bank, logistik, hotel, sampai kilang minyak atau sarana vital lainnya.

ISO 50001
Sebuah standar untuk sistem manajemen energi. Standar tersebut bertujuan membantu organisasi dalam membangun sistem dan proses untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan konsumsi energi. Standar tersebut berlaku bagi semua jenis dan ukuran organisasi. ISO 50001 dirancang untuk membantu organisasi agar lebih baik dalam menggunakan aset energinya, untuk mengevaluasi dan memprioritaskan penggunaan teknologi hemat energi, serta untuk mendorong efisiensi pada seluruh rantai suplai. ISO 50001 juga dirancang agar dapat terintegrasi dengan standar manajemen lain, terutama ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu).

Lao Tzu

  Kata Bijak Kehidupan Lakukan hal-hal sulit selagi masih mudah & Lakukan hal-hal besar saat masih kecil. Perbuatan Besar berawal dari p...